Chapter II:
“Destiny”
Sudah seminggu sejak kejadian di Bus Stop itu…Pertemuan itu masih aja membekas di pikiranku..Lalu didalam Bus yang berlaju menuju Bondi, disertai rintik rintik hujan yang mengetuk di jendelaku…
“Ngapain ke Bondi ujan ujan gini?” Kusapa dia dengan ramah. “
“Emang kamu ngapain juga ujan ujan ke Bondi?” pertanyaan yang ternyata berbalik kepadaku itu membuatku sedikit bingung “Ah, pengen liat laut sajah tadinya, tapi di tengah jalan malah ujan, sekalian lah…tanggung.” Sebenarnya aku ke Bondi ingin mengenang Yuli, sebab Bondi lah tempat favoritnya. Masih teringat dimana Yuli berlari lari di pasir bersama Eyore, anjing maltese kesayangannya. Eyore pun sekarang sudah bahagia lagi bersama orang taunya Yuli…Sepertinya hanya aku yang masih sendiri…Tiba-tiba…
“Ooh, ehehehe oke…” katanya lagi.
“Namanya siapa?” Akhirnya kuberanikan diriku bertanya.
“Nama saya…”
Dan ternyata pertanyaanku itu benar benar membuka chapter baru di dalam hidupku.
